The Art and Science of Total Synthesis
Penelitian berkesinambungan terhadap senyawa bahan
alam yang diikuti dengan penentuan struktur menghasilkan bermacam-macam
struktur dan memiliki arti yang fundamental karena potensi farmakologinya, dan digunakan
untuk pengembangan obat obat baru. Senyawa-senyawa bahan alam yang hampir tak
terbatas jumlahnya merupakan suatu tantangan bagi para ahli kimia yang bekerja
baik dalam bidang analitik maupun bidang sintesis. Sintesis senyawa bahan alam
memiliki keuntungan, yakni umumnya dengan biaya murah dan memberikan hasil yang
dapat direproduksi dengan baik. Selain itu, sintesis kimia menonjol karena
derivatnya dapat diperoleh dengan baik. Salah satu pengembangan baru dan paling
penting pada sintesis senyawa bahan alam dalam beberapa tahun terakhir ini
adalah sintesis senyawa bahan alam anti-tumor, misalnya Taksol, yang diperoleh
melalui semi sintesis, Tamoksifen dan Karboplatin sebagaimana juga epotilon.
Total Sintesis Senyawa Epotilon
Epotilon merupakan kelompok senyawa
bahan alam makrosiklik baru yang dapat digunakan sebagai obat kanker yang lebih
efektif dan tanpa menimbulkan efek samping. Analisis retrosintesis epotilon
dari Danishefsky, dkk. memperlihatkan bahwa ada tiga tahapan sintesis epotilon,
yakni: makrolaktonisasi, olefin-metatesis, dan reaksi-makroaldol. Nicolaou,
dkk. mensintesis epotilon dari tiga fragmen utama melalui reaksi aldol,
esterifikasi dan reaksi Wittig atau metatesis-olefin menjadi makrolida. Tampak
bahwa strategi ini mirip dengan strategi Danishefsky yang lebih singkat dan
konvergen. Schinzer, dkk menguraikan strateginya yang lebih konvergen dan tidak
sama dengan strategi Danishefsky dan Nicolaou dalam sintesis epotilon, yang
juga dibangun dari tiga unit-unit struktur melalui reaksi aldol, esterifikasi
atau makrolaktonisasi, dan olefin metatesis-epoksidasi. Berbagai strategi
Schinzer dapat dibedakan satu sama lain, terutama urutan penyambungan ketiga
fragmen, dan unit strukturnya disintesis dengan metodenya sendiri.
Strategi yang diperlihatkan oleh
ketiga kelompok dalam mensintesis epotilon mempunyai perbedaan satu sama lain,
terutama dalam hal urutan penyambungan ketiga fragmen. Walaupun setiap kelompok
mempunyai strategi yang berbeda, namun ketiga kelompok tersebut menggunakan
reaksi yang sama dalam proses silkisasi, yakni metatesis olefin,
makrolaktonisasi, dan reaksi aldol sebagai reaksi perangkai. Tampak bahwa
strategi Schinzer yang paling efektif dan efisien, karena menggunakan
bahan-bahan baku yang sederhana dan relatif lebih singkat. Disamping itu,
strategi Schinzer juga memberikan hasil yang lebih stereoselektif, terutama
pada proses reaksi aldol.
Strategi Sintesis Epotilon Dari
Schinzer
D. Schinzer, D., dkk menguraikan
strateginya yang lebih konvergen dan tidak sama dengan strategi Danishefsky dan
Nicolaou dalam sintesis epotilon yang dibangun dari tiga unit-unit struktur melalui
reaksi aldol, esterifikasi atau makrolaktonisasi, dan olefin
metatesisepoksidasi. Oleh karena itu, dapat dibedakan berbagai strategi
Schinzer, terutama urutan penyambungan unit strukturnya disintesis dengan
metodenya sendiri. Pada sintesis total epotilon A (1), segmen etil keton 61
diperoleh dari suatu allilasi Brown, dan 1,3- propanadiol 64 digunakan sebagai
zat awal. Selanjutnya, dilakukan proteksi diol sebagai asetonid, ozonolisis
ikatan rangkap dua, penambahan dua atom C dengan etilmagnesiumbromida dan
oksidasi dengan menggunakan TPAP/NMO 61.
Strategi sintesis dari Schinzer,
dkk
Sintesis unit struktur 61 dari
Schinzer, dkk
Sintesis unit struktur 61 kedua dari
Schinzer, dkk
Sintesis unit struktur 63a dari
Schinzer, dkk
Sintesis unit struktur 63b dan 63c
dari Schinzer, dkk
Sintesis fragmen tiazol 62a dari
Schinzer, dkk
Sintesis fragmen tiazol 62b dari
Schinzer, dkk
Sintesis total Schinzer untuk
epotilon A (1) dan B (2) melalui metatesis-olefin
Strategi makrolaktonisasi yang
konvergen untuk sintesis epotilon B (2) oleh Schinzer, dkk
Daftar Pustaka
Schinzer, D., Limberg, A., Bauer, A., Böhm, O. M., Cordes,
M., 1997, Angew. Chem., 109, 543-544; 1997, Angew. Chem.
Int. Ed. Engl., 36, 523-524. 29.
Schinzer, D., Bauer, A., Schieber, J., 1998, Synlett,
, 861-864. 30. Schinzer, D., Bauer, A., Schieber, J., 1999, Chem. Eur. J.,
5, 2492-2500









Strategi yang diperlihatkan oleh ketiga kelompok dalam mensintesis epotilon mempunyai perbedaan satu sama lain, terutama dalam hal urutan penyambungan ketiga fragmen. Walaupun setiap kelompok mempunyai strategi yang berbeda, namun ketiga kelompok tersebut menggunakan reaksi yang sama dalam proses silkisasi, yakni metatesis olefin, makrolaktonisasi, dan reaksi aldol sebagai reaksi perangkai. Saya mau bertanya, prinsip dari reaksi Aldol bagaimana?
BalasHapusPada sintesis total epotilon A (1) dilakukan oksidasi menggunakan TPAP, tolong beri sedikit penjelasan tentang reagen tersebut dan dapatkah diganti dengan reagen yang lain?
BalasHapusApa keunikan dari sintesis senyawa ini?
BalasHapusApakah semua senyawa alam dapat disintesis?
BalasHapus